welcome...selamat datang...wilujeng sumping...buat semuanya di blog ini, silahkan menikmati segala menu yang ada di blog ini...enjoy it.

logo

sigma kepuasan

10 Januari 2010


Banyak di antara kita yang tidak terlalu mementingkan apa yang namanya kepuasaan bagi orang lain. Kebanyakan dari kita justru sangat mementingkan kepuasan untuk dirinya sendiri.
Berikut adalah salah satu contohnya :

Tersebutlah (maaf) dua orang dokter yang punya sifat yang sangat bertolak belakang, kita mulai dengan yang namanya dokter A.

Suatu ketika ada seorang pasien yang akan berobat ke dokter A tersebut. Si pasien ini adalah seorang nenek yang mengidap penyakit asma. Begitu tiba di tempat praktek dokter A si nenek dengan susah payah membuka pintu pagar tempat praktak dokter yang pintunya sendiri sudah karatan dan sedikit macet, begitu sudah masuk betapa terkejutnya ia karena di sambut dengan gonggongan anjing penjaga, nafasnya semakin terengah engah akibat kaget oleh gongongan anjing tersebut.

kemudian di tujunya tempat pendaftaran. Petugas penerima dengan muka sedikit masam dan tanpa ada perhatian langsung menyuruh si nenek itu duduk dan menanyakan nama serta keluhan si nenek tersebut. Kemudian di berinya nomor antrian yang di dalamnya tertulis angka 21…….hah….21? si nenek terkaget kaget dan langsung protes kepada si petugas. “masa nenek sendiri yang ada di sini sendirian dikasih nomor 21?” Dengan enteng si petugas menjawab “iya nek…disini nomornya emang cuma ada dua…nomor 12 sama 21……lagian kenapa sih nenek cerewet amat, orang sakit mah diam aja jangan banyak omong!” heghh!!

Tibalah giliran si nenek di panggil oleh dokter A tersebut. Tanpa basa basi si Dokter menanyakan kepada si nenek tentang keluhan penyakitnya kemudian memberikan nasihatnya “nek….kalau orang yang sudah tua mah wajar punya penyakit …….lagian sudah takdir aja kali nenek punya penyakit asma…..nanti juga kalau sudah waktunya sembuh….ya sembuh aja dengan sendirinya….” Heghh!!
“sini di suntik dulu ya…..” kata dokter itu. “lho….kok di suntik sih….” Dengan enteng dokter itu menjawab “iya..ini ada obat sisa bekas pasien yang kemaren…sayang kalau di buang” heghh!!

Kini tibalah giliran untuk membayar. “berapa dok saya harus bayar?” kata si nenek itu. “Rp 150 ribu aja….murah kan?” heghh!! “Rp 150 ribu……..?” batin si nenek.

Bisa di bayangkan…kekecewaan demi kekecewaan di alami oleh si nenek tersebut, dari awal sampai akhir, maka ketika sampai di rumahnya, ia umumkan kepada warga dan tetangga sekitar rumahnya “wahai tetanggaku semuanya…..jangan pernah kalian berobat sama dokter A, jangan pernah berobat lagi sama dokter error tersebut……nenek yang punya penyakit asma bukannya sembuh berobat sama dokter error tersebut, malah nafas nenek makin susah dan makin pendek…….” Teriak si nenek dengan nafas terengah engah di depan para tetangganya tersebut.

Sekarang kita ikuti kembali kisah si nenek tadi yang kali ini berobat untuk mengobati penyakit asmanya. Kali ini dokter yang di kunjungi adalah Dokter B.

Sesampainya di depan tempat praktek dokter B tersebut, tanpa perlu membuka pintu si nenek langsung di sambut oleh penjaga yang langsung membukakan pintu begitu si nenek tiba. Dengan senyuman yang mengembang si penjaga menyapa si nenek sambil mengantarnya ke tempat pendaftaran.

Tiba di tempat pendaftaran si nenek langsung di sambut dengan ramah dan di persilahkan duduk oleh petugas pendaftaran. “silahkan nenek duduk…….ada yang bisa di bantu nek?” sapa si petugas tersebut ramah. Setelah mengutarakan maksudnya si petugas langsung mencatat dan memberikan nomor antrian. “ini nek nomor antriannya, nenek dapat nomor 1……..z. Ya nenek dapat nomor 1z.” “lho…..kok saya kan datang belakangan, kok masih dapat nomor 1?” Tanya si nenek keheranan. “Iya nek…di sini nomornya emang satu semua tapi…..ada 1a, 1b, 1c dan seterusnya…….dan nenek kebagian nomor 1z.” jawab si petugas pendaftaran. “oh…begitu ya…..nggak apa apa lah dapat 1z juga, yang penting nenek dapat nomor 1” ujar si nenek dengan gembira. “Hahhhh!! belum berobat aja nafasku sudah mulai lancar lagi” batin si nenek dalam hati.

Kini tibalah giliran si nenek di panggil dokter, dengan ramah dokter menyambut si nenek dan menyapanya terlebih dahulu, “apa kabarnya nek….silahkan duduk…” Setelah berbasa basi si dokter itu menanyakan keluhan si nenek dengan penuh perhatian.

Setelah tahu keluhannya kemudian dokter itu menjawab “nek……setiap penyakit yang menimpa kepada kita, itu adalah cobaan dari Allah swt, dan insyaAllah penyakit yang menimpa kepada kita itu akan menggugurkan dosa dosa yang melekat pada diri kita. Jadi di samping berusaha berobat kita juga harus banyak bersabar dan berdo’a dan insyaAllah kita akan mendapatkan pahalanya. Jadi semoga saja bisa sembuh dan juga menambah pahala buat kita, begitu ya nek…….” Jawab dokter itu ramah. “Oh begitu ya dok, aduh………….nafas nenek kok makin lancar aja ya meski belum di beri obatnya…..”seru si nenek.

“Dokter….., berapa saya harus bayar untuk semua pelayanan ini?” Kata si nenek kepada dokter setelah beres pemeriksaannya. “nek……orang yang sakit itu jangan di bebankan lagi dengan urusan macam macam, nenek kembali sehat aja sudah sukur…… tapi kalau nenek tetap mau bayar silahkan bayar di bagian kasir aja.” Jawab dokter itu. “Wow…dokter yang baik hati..….” Kata si nenek.

Setelah ada di bagian kasir si nenekpun bertanya kepada petugasnya “Berapa nenek harus bayar untuk semua pelayanan ini?” kata si nenek kepada petugas kasir. “ Nek, kata pak dokter………….orang yang sakit itu jangan di bebankan lagi dengan urusan ini itu….., kembali sehat saja sudah sukur, tapi bagi mereka yang mau menghargai hasil jerih payah orang lain dan punya harga diri…..silahkan saja untuk membayar.” ujar petugas kasir. “O……..kamu pikir nenek tidak punya harga diri apa? nih nenek bayar Rp 200 ribu, cukup? ”

Maka ketika sampai di rumahnya, kembali si nenek mengumpulkan tetangga dekatnya “wahai tetanggaku semuanya….kalau kalian sakit maka berobatlah kepada dokter B, nenek yang sudah bertahun tahun sakit asmapun baru sekali berobat saja sudah mulai baikan meski obatnya belum nenek minum…….pokoknya kalau sakit atau mau berobat datang saja ke dokter B. Mau sakit atau tidak, nenek mah tetap mau berobat ke dokter B.” ujar si nenek berapi api.

Begitulah….
Bisa kita bayangkan dan bisa kita bedakan sikap yang di tunjukkan oleh dokter A yang hanya mengejar kepuasan hanya untuk dirinya dan kepentingannya sendiri dengan sikap yang di tunjukkan oleh dokter B.

Benarlah………
Kalau kita ingin di hargai oleh orang lain, maka kita harus menghargai orang lain terlebih dahulu, kalau kita ingin di hormati oleh orang lain maka kita harus menghormat orang lain terlebih dahulu….begitu seterusnya……

Ternyata hanya bermodalkan keramah tamahan dan sikap mau menghargai dan menolong orang lain, kebaikan kita akan menyebar dengan sendirinya lewat promosi dari mulut ke mulut oleh orang yang pernah kita tolong dan pada akhirnya kita akan semakin di hargai dan di hormati oleh banyak orang, meski kita tidak berharap apapun.

Begitulah.(dari ceramahnya AA Gym : etika dalam bisnis Islam)


artikel terkait……



25 komentar:

kelirirenk 10/1/10 1:56 PM  

Penggambaran antara si dokter tanpa etika dan dokter dengan etika....
yang saya tangkap : walaupun pada dasarnya sama, tapi dengan kata kata yang lebih halus dan beretika maka ada yang "lain" dalam pelayanan yang melahirkan ketidakpuasan dan kepuasan.
Makasih share-nya

liudin 10/1/10 8:36 PM  

memang sikap menghargai orang lain sering kita lupakan karena keegoisan kita. terima kasih sudah mau mengingatkan

heru 10/1/10 8:59 PM  

benar sekali sobat dengan menghargai orang lain, maka dengan sendiri kita pun akan di hargai, nice post sobat
salam sukses

Local Download 10/1/10 9:23 PM  

hargailah rang lain seperti mengharagai dirimu sendiri^^

salam blogger:)

nuansa pena 10/1/10 9:36 PM  

kita belajar menghargai orang lain dengan kesabaran!

Indahnya Berbagi 10/1/10 11:53 PM  

subhanallah pelajaran berharga, smg kisah yg diangkat kisah nyata

terimakasih sharingx

alkatro 11/1/10 9:04 AM  

great story;
meskipun hal diatas bukanlah kisah nyata pada intinya kita belajar untuk selalu berusaha menghormati semua orang tanpa membedakan kedudukan; seperti halnya sifat air karena jasad manusia berawal darinya kecuali Nabi Adam dan Siti Hawa

moenas 11/1/10 4:06 PM  

thanks atas sharingnya brow...
dah lama gak kesini moga2 tetap sehat ya

munir ardi 11/1/10 5:12 PM  

pengalaman yang bagus untuk dijadikan referensi sahabat makasih sudah membagi sebuah pengalama berharga

Blogger bumi lasinrang 11/1/10 5:13 PM  

Salam kenal blog bagus berisi artikel berguna

Simple world 11/1/10 5:13 PM  

nice article friend be my friend please

asep-bogor 12/1/10 3:01 PM  

Pelajaran buat kita semua,,, salam blogger.

mGm 12/1/10 4:16 PM  

terima kasih mr rachmat atas masukannya semoga tetap ada dihati ulasannya

Willyo Alsyah P. Isman 12/1/10 8:13 PM  

Hemm...memang ego kadang2 menguasai diri, semoga kita dapat lebih menghargai sesama...

Btw...puisi ku yg berjudul do'a untuk ananda ..itu aku persembahkan untuk mu sobat...sebab Insya Allah bentar lagi akan dapat Baby...

eNeS 13/1/10 5:48 AM  

Tulisan yang menarik sobat. Memang seperti diajarkan Rasulullah dalam hal pengabdian maupun perdagangan yang pernah beliau lakukan, pelayanan dan sikap menghormati orang lain slalu beliau kedepankan sehingga beliau banyak disukai dan laris perdagangannya. Bahkan oleh musuh-musuhnya sekalipun beliau tetap diakui sebagai al-amin dan ahmad (org yg dpt dipercaya dan terpuji).

Imsahnya berbagi 13/1/10 11:05 AM  

ini jawabannya sob Menambah elemen halaman diatas dua kolom

insanitis37 14/1/10 8:00 PM  

nice story...
sungguh kita bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah ini...keep post, sob!!

rumah blogger 15/1/10 12:17 PM  

karamah tamahan dan saling menghargai harus dilakukan oleh siapa saja ya bro..

sabirinnet 15/1/10 12:18 PM  

mengandung makna yg dalam, agar kita semua bisa belajar dari cerita ini. thanx ya mas, sukses selalu

rahmatea 15/1/10 1:15 PM  

terima kasih buat semuanya yang telah mampir dan komentar....salam buat semuanya....

wisnoee 15/1/10 1:44 PM  

Sekalipun ini bkn kisah nyata.. tapi byk pelajaran yg bisa diambil :)
oya link sdh dipasang, ditunggu link baliknya sob :)

kelirirenk 15/1/10 8:24 PM  

Semoga cerita di atas menjadikan pelajaran buat saya.
Sangat berkesan

rahmatea 25/2/10 6:14 PM  

terima kasih buat semuanya ya.....salam.

mundo_idiot 26/2/10 2:43 AM  

benar sekali

Template Booklet Company Profile 17/1/14 11:36 AM  

Semoga cerita di atas menjadikan pelajaran buat saya.
Sangat berkesan

Posting Komentar

mangga...,silahkan di isi... thank's ya atas kunjungannya.

cari recehan dollar ....

sekedar berbagi saja....barangkali anda tertarik untuk cari recehan dollar atau rupiah :

1.PAYBOX.ME
anda di minta untuk mengikuti survey yang di lakukan oleh paybox untuk pengembangan alat pembayaran online yang akan segera di launching. silahkan daftar dan dapatkan langsung $25. klik disini untuk gabung dan pilih CLICK HERE TO JOIN NOW

ayo.....ikutan daftar.
jika belum jelas....silahkan tanya di buku tamu sebelah.

BUKU TAMU ANDA...

bisnis online

inilah salah satu cara tergampang untuk mencari recehan dollar via internet, silahkan anda daftar dan dapatkan langsung bonus 1 dollar, di jamin. anda bisa memilih jenis pekerjaan/job yang sekiranya bisa anda kerjakan dan dapatkan dollarnya. info lengkap
klik di sini
atau klik banner di bawah ini untuk daftar langsung.
logo

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

kembali ke ATAS